Art Original
Tarekat dan Kontribusinya Terhadap Perkembangan Demokrasi di Indonesia
Buku 'Tarekat dan Kontribusinya bagi Perkembangan Demokrasi di Indonesia' yang ada di hadapan Anda ditulis untuk mengingatkan masyarakat Indonesia akan peran penting yang dimainkan oleh tarekat-tarekat Islam dalam perkembangan peradaban Indonesia, termasuk dalam hal demokrasi, sejak 'Indonesia' masih berada pada zaman kerajaan kerajaan Nusantara hingga zaman Indonesia kontemporer sekarang ini.
Oleh karena itu buku ini pun mula-mula menarasikan asal-usul tarekat dan kisah-kisah historis bagaimana para sufi dan ulama Islam memperkenalkan tasawuf dan tarekat kepada masyarakat pribumi Nusantara. Selanjutnya, buku ini juga mengupas perihal tarekat-tarekat yang bertumbuh dengan karakter budaya Nusantara memainkan peran kunci dalam merintis peradaban yang bermartabat, mulai dengan mengajarkan tasawuf untuk membangun kehidupan spiritual umat Islam Nusantara, membangkítkan kecintaan terhadap tanah air, menginspirasi perlawanan terhadap dominasi Barat (Portugis, Spanyol, Inggris) dan pemerintahan kolonial Belanda, memberantas kebodohan dengan mendirikan pesantren, hingga membangun jejaringan sosial-politik.
Selanjutnya buku ini menggambarkan bagaimana pada era kemerdekaan, terutama dalam era Indonesia kontemporer, tarekat-tarekat tetap eksis untuk melanjutkan dan mengembangkan nila-nilai dan prinsip-prinsip kehidupan berbangsa yang demokratis, sebagaimana telah dirintis dan diperjuangkan oleh tarekat-tarekat pada zaman kerajaan kerajaan Nusantara dahulu.
Pada bagian akhir, buku ini pun menarasikan transformasi tarekat-tarekat di era Indonesia kontemporer. Transformasi tarekat Islam setidaknya dipicu oleh dua alasan utama. Pertama, munculnya gerakan yang luas di kalangan kaum muda Islam Indonesia untuk mengadopsi teknologi digital sebagai media untuk menyebarkan tasawuf dan ajaran ajaran Islami, sehingga tarekat semakin menjangkau banyak orang dan semakin diminati orang-orang muda dan kaum profesional di kota.
Kedua, tampilnya para ulama berpengaruh seperti Habib Luthfi bin Yahya dan sejumlah pemuka tarekat, terutama dari kalangan muda, memperluas wilayah peran tarekat. Tarekat, yang secara tradisional fokus berperan di bidang agama dan bidang sosial-budaya (terutama pendidikan pesantren), kini berperan aktif di seluruh bidang kehidupan masyarakat yaitu bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan (Ipoleksosbudhankam).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain